Minggu, 08 Maret 2009

Teman Tapi Jangan Ngarep

Ada artikel di CHIC judulnya Teman Tapi Ngarep. Sangat menggugah. Sesuai tapi gak begitu sesuai juga sih sama diriku.

Jadi ya saudara-saudara. Kata orang, aku ini teman yang baik, mau mendengarkan, gak banyak penilaian, gak banyak protes, gak milih-milih, gampang diajak hang-out dan segudang pujian lainnya daro orang-orang yang jadi temanku. Tapi aku punya kelemahan yang membuatku tidak nyaman bila berteman dengan : lawan jenis!

Aku gampang jatuh cinta.

Begitu gampangnya. Iya gampang banget. Temenan sama cowo A, lama-lama aku suka sama dia. Diajak jalan cowo B, aku juga suka sama dia. Ada cowo C yang temenan sama aku, aku jadi suka. Ada yang D datang, aku suka lagi. Oh My GOD! payah, betul-betul payah!

Masalahnya mereka yang 'ngakunya' atau 'kayaknya' atau 'menurutku' hanya temenan sama aku itu, semuanya deket sama aku, memperlakukan aku 'lebih' dari temen yang lain (atau aku cuman ge-er ya?). Makanya aku suka mereka.

Di CHIC ada saran, "kalau kamu suka ya nyatain aja, daripada dipendem". Bagiku saran tersebut sepertinya kurang tepat. Sungguh aku merasa bukan teman yang baik. Aku memendam harapan lebih daripada yang semestinya menjadi hakku. Maafkan aku teman.

Tapi tenang aja, semudah aku jatuh cinta, semudah aku melupakan. Bila mereka pergi, atau cintaku tak terbalas, aku baik-baik saja, optimis pasti ada seorang yang bahkan bisa jadi soulmate-ku kelak.

Di akhir artikel, ada 5 tipe cowo yang biasanya 'bikin kita ngarep', dan pada tipe terakhir lah aku seringkali jatuh cinta : Cowo techno freak (tempat aku bertanya saat aku tidak mengerti teknologi). Gyagyagya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar