![]() |
| Tumpeng Peresmian Ruang Telkomcel |
Kali ini dia sengaja memakai pakaian terbaiknya untuk menyambut datangnya bos besar dari Indonesia. Sebagian teman kantornya pun sadar bahwa penampilannya itu sedikit berbeda dari biasanya. Kasak-kusuk mereka membicarakannya. "Ciyehh ada yang sudah jadi Sekretaris Direksi sejati ni kayaknya". Dengan bibir ditarik sinis, dia pergi meninggalkan teman-teman menuju ruang kerjanya.
Hmmm sinis? Yaa memang itu barangkali ekspresi yang ingin dia tunjukkan. Bagaimana tidak? Hari ini bos besar datang untuk meresmikan ruang kerja baru yang akan ditempati mayoritas teman-temannya. Ruangan itu besar, terang, segar dan menarik. Bak anak-anak taman kanak-kanak, teman-temannya langsung berebut tatkala ditawari memakai loker baru di sudut ruangan. Apalagi mengetahui bahwa ruangan itu dilengkapi dengan ruang rekreasi plus meja bilyard.
Bersungut-sungut dia memeriksa tiap detil ruangan tersebut. Tapi dia mencoba untuk menerima semuanya.
'Hah, menerima apanya?? ayolah....ini hanya ruangan kerja yang akan ditempati tidak genap tiga bulan...buat apa iri'?!. Dia menggerutu dalam hati sembari menatap meja kerja yang sudah disiapkan baginya persis di sebelah pintu ruang kerja CEO. Sementara itu, teman-temannya berlalu lalang, sibuk memindahkan barang dari lantai 4 ke ruangan baru di lantai 3. 'Baiklah, lagipula ini Bulan Puasa....', dia menghela nafas dan sejurus kemudian menenggelamkan diri kembali pada pekerjaanya yang belum selesai.
Semenjak diminta bergabung di Tim Corporate Secretary, pekerjaannya tidak pernah jauh dari lingkungan top management dan sekitarnya. Bukan hal baru baginya untuk mengikuti rapat manajemen dan membuat catatan rapat. Hanya saja, kesekretariatan tidak berada pada lingkup hal-hal yang dia gemari. Tapi dia tetap berusaha melakukan yang terbaik. Termasuk menyelesaikan notulensi yang sudah dikoreksi oleh CEO di tengah-tengah heboh kepindahan karyawan ke ruangan baru.
Waktu sudah menunjukan pukul 16.45 waktu Timor-Leste, 15 menit lagi acara peresmian yang ditunggu-tunggu dijadwalkan akan dimulai. Sedangkan dia masih berkutat dengan pekerjaan tambahan dari sang atasan untuk merapikan materi rapat gabungan minggu ini dengan induk perusahaan. Demi melihat bawahannya berprofesi sebagai MC tembak untuk acara sore itu, sang atasan kemudian menawarkan untuk mengambil alih pekerjaan tersebut dan mengizinkannya untuk turun ke lantai 3.
Kendati dia sudah siap, rapi jali dan dengan penuh perjuangan mendapatkan izin atasannya; rupanya acara belum dimulai. Direksi dan Bos Besar pemegang saham masih asik masyuk berdiskusi di dalam ruang CEO. Demikianlah, acara mundur dan terpaksa diisi dengan cerama agama terlebih dahulu.
Menjelang buka puasa acara inti baru dimulai. Dia memandu acara sesuai pesanan panitia, berbekal deret per deret rangkaian kegiatan yang telah tersusun baik di smartphone-nya. Peserta yang tadinya hanya jama'ah ceramah Agama Islam, kian bertambah dengan bergabungnya seluruh karyawan, berjubel memadati ruang rekreasi. Mereka mengikuti acara dengan baik, hingga tiba waktu peresmian dengan potong tumpeng dan dilanjutkan makan bersama.
![]() |
| Ruangan Baru :D |
Tak dinyana, hidangan sudah banyak yang ludes, bahkan hanya tersisa potongan tumpeng dan lauknya. Makin naas, piring yang disediakan sudah habis terpakai. Jadilah Pak Bos hanya bisa menatap nanar ke arah meja hidangan. Lapar yang sudah tak tertahankan mendorong mereka kembali menyantap kolak pisang untuk kedua bahkan ketiga kali. Kasihan betul Pak Bos ini.
Walaupun beberapa saat kemudian panitia segera menyediakan piring kosong buat Pak Bos, tapi tetap saja moment tersebut adalah moment yang membuat terenyuh. Bagaimana seorang atasan kehabisan piring dan jatah makan. Lucu juga.
Dia yang sedari tadi memperhatikan kejadian itu bersama seorang temannya di pojok ruangan seketika menyadari bahwa hari itu mungkin bukan hanya dirinya yang gondok karena teman-temannya pindah ke ruangan baru. Pak Bos yang kehabisan jatah makan sementara anak buahnya dengan cueknya makan disekelilingnya, bisa jadi lebih gondok dari pada dirinya.
Ahhh atau itu hanya asumsinya semata...bisiknya dalam hati sambil beranjak pergi, kembali ke ruangan 'jadul'nya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar