Hari pertama duduk di kantornya yang baru, dia sudah memutar otak, kira-kira apa yang bagus untuk ditulis. Atasannya pun masih hometrip ke kampung halaman, sehingga tidak ada yang bisa ngasih inspirasi (maksudnya nyuruh-nyuruh bikin apaa kek). Iseng-iseng dia menulis kembali profil perusahaan, menterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Sehari kemudian dia menulis tentang acara seminar perdagangan internasional dan menyusul artikel-artikel lain di hari-hari berikutnya. Artikel-artikel tersebut dikirimnya ke berbagai media, lantas disusunnya daftar artikel yang sudah diterbitkan sebagai laporan ke atasan.
Rupanya kegemarannya menulis menimbulkan dampak yang cukup fantastis. Nama perusahaan terekspose terutama di kalangan internal Group. Nama sang CEO pun ikut terbawa naik daun tentu saja. Alhasil, sang bapak CEO merasa bahagia karena program-program perusahaan jadi diketahui khalayak banyak.
| Sang CEO, Dedi Suherman |
Tempo hari, perusahaan mengadakan peresmian kantor baru yang mana sang CEO sangat bangga terhadap desain ruangan tersebut. Peresmian dihadiri juga oleh jajaran pemegang saham. Tak lama setelah itu, pada perjumpaan yang tidak terlalu disengaja terjadi di ruang makan kantor sang CEO melontarkan pesanan khususnya "tolong kamu bikin tulisan, yang menggambarkan bahwa kita telah mendesain ruang kerja yang mirip sama ruangannya Google".
Dia tercenung mendengar pesanan spesial barusan. Astaga, sang CEO memesan sebuah artikel. Oke...memang ini tampak berlebihan, namun pesanan itu agaknya sangat berkesan bagi dia, si penggemar tulis menulis.